CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH BENER MERIAH ADAKAN KEGIATAN BEDAH KISI-KISI UN DAN USBN

Bener Meriah – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), kesibukan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bener Meriah meningkat. Banyak kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini. Salah satunya yaitu dengan mengadakan kegiatan bedah kisi-kisi UN dan penulisan soal ujian sekolah tingkat SMA dan SMK di Bener Meriah, Rabu (04-09 Maret 2020).
Kegiatan ini diikuti sejumlah 85 orang guru yang berasal dari SMA (51 orang) dan SMK (34 orang) yang berada di wilayah Bener Meriah.
Dengan instruktur Daerah yang melibatkan Pengawas Bener Meriah dan Aceh Tengah (Drs. Timbul Suroso, M.Pd - Pengawas Aceh Tengah, Dra. Inni Hikmati, M.Pd, Drs. Hulwan dan Salinda, S.Pd yang ketiganya Pengawas Bener Meriah)
Bohari, S.Pd selaku ketua panitia kegiatan di laporannya mengatakan beberapa tujuan kegiatan ini, diantaranya: untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam merumuskan indikator soal (penilaian), memantapkan kemampuan guru dalam menyusun kisi-kisi soal, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun butir soal sesuai dengan kaedah penulisan butir soal.
Sementara itu, Kacabdin Wilayah Bener Meriah Sukardi, S.Pd M.Si saat membuka acara meminta kepada para peserta agar serius dalam mengikuti kegiatan.
Dalam penulisan butir soal nanti harus sesuai dengan kaedah penulisan soal dan merujuk kepada kisi-kisi UN 2020.
Ini semua bertujuan untuk meningkatkan prestasi Ujian Nasional di Aceh dan di wilayah Bener Meriah khususnya.
Dalam penulisan butir soal nanti harus sesuai dengan kaedah penulisan soal dan merujuk kepada kisi-kisi UN 2020.
Ini semua bertujuan untuk meningkatkan prestasi Ujian Nasional di Aceh dan di wilayah Bener Meriah khususnya.
Dalam sambutan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bener Meriah, menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo
untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, menetapkan program bantuan pendidikan yang
dikenal dengan istilah “Merdeka Belajar” , program tersebut memuat 4 (empat)
pokok kebijakan yaitu ;
- USBN yang tahun 2020 ini akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan oleh sekolah, Ujian ini dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes atau bentuk yang lebih lengkap seperti portofolio dan penugasan.
- Ujian Nasional tahun 2020 ini merupakan pelaksanaan Ujian Nasional terakhir, penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan Matematika (numerasi), dan peningkatan motivasi karakter.
- Penyederhanaan RPP yang terdiri dari 3 komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan Asesmen, sesuai dengan surat edaran Mendikbud nomor 14 tahun 2019.
- PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) masih menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksible untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas diberbagai daerah, dengan komposisi jalur zonasi minimal 50%, jalur afirmasi 15%, jalur perpindahan 5% dan jalur prestasi 30%.
Sehingga diharapkan diakhir kegiatan nanti tersusunlah
butir soal yang dapat digunakan dalam Asesmen/penilaian di sekolah
masing-masingpeserta
Di penghujung penyampaiannya Sukardi berharap di akhir kegiatan nanti tersusun lah butir soal yang dapat di gunakan dalam asesmen di sekolah masing-masing peserta dan dapat mentransfer ilmunya ke guru-guru yang lain. (cabdinbm)


Komentar
Posting Komentar